Dolar Lesu Jelang Pidato Gubernur Fed Yellen

Indeks dolar AS terpantau melemah seiring dengan sikap pasar yang menunggu sentimen baru dari pidato Gubenur Federal Reserve Janet Yellen pada Rabu (4/10/2017) malam ini.
Pada perdagangan Rabu (4/10/2017) pukul 9.45 WIB, indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah 0,158 poin atau 0,17% menjadi 93,411. Pada perdagangan sebelumnya, DXY ditutup naik tipis 0,01% menuju 93,569.
Analis Monex Investindo Futures Putu Agus menyampaikan, pelemahan dolar AS membuat harga emas naik pada awal perdagangan hari ini. Namun, selama belum melewati resistan US$1.280, emas masih berpotensi melemah.
“Khususnya jika data ADP dirilis lebih banyak dari 131.000 pekerja, dan data ISM lebih tinggi dari 55,5. Target penurunan emas bisa ke area US$1.264 sampai dengan US$1.260 per troy ounce," tulisnya dalam riset, Rabu (04/10).
Kedua data ekonomi AS tersebut memang menjadi fokus pelaku pasar pada hari ini. Rilis data tenaga kerja AS versi swasta atau ADP dilakukan pukul 19:15 WIB, sedangkan data aktivitas non-manufaktur dari ISM dilansir pukul 21:00 WIB.
Asia Trade Point Futures (ATPF) dalam publikasi risetnya menyampaikan, minimnya data ekonomi malam kemarin memaksa mata uang USD terkoreksi di tengah tingginya ekspektasi kenaikan suku bunga The fed pada akhir 2017.
Terpantau pada sesi perdagangan malam tadi mata uang USD terkoreksi dari level tertinggi enam minggu. Kondisi ini terjadi setelah pelaku pasar tampak mengambil sikap menunggu jelang pidato Ketua The Fed Janet Yellen hari ini di depan Konferensi Community Banking.
Selain itu, pelaku pasar juga mencermati rumor yang berhembus mengenai pergantian Ketua The Fed. Kandidat yang menggantikan Yellen datang ialah Gubernur The Fed Jerome Powell dan mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh.
Pelemahan dolar AS menguntungkan sejumlah mata uang utama dan komoditas emas. Namun, ATPF masih merekomendasikan sell terhadap harga emas hari ini. Berikut analisis teknikalnya.

No comments:

Post a Comment